MENUJU MASA DEPAN YANG LEBIH BAIK

o-TRAVELING-ALONE-facebookPENDAHULUAN
DAN CARILAH APA YANG TELAH DIANUGRAHKAN ALLAH KEPADAMU (KEBAHAGIAAN NEGERI AKHIRAT), NAMUN JANGANLAH KAMU MELUPAKAN KEBAHAGIAAN DARI KENIKMATAN DUNIA DAN BERBUAT BAIKLAH KEPADA ORANG LAIN, SEBAGAIMANA ALLAH TELAH BERBUAT BAIK KEPADAMU, DAN JANGANLAH MEMBUAT KERUSAKAN DIMUKA BUMI. SESUNGGUHNYA ALLAH TIDAK MENYUKAI ORANG YANG BERBUAT KERUSAKAN.
(QS AL-QASHAS,28:77)

PERKEMBANGAN EKONOMI DAN BISNIS SYARIAH
Bank Indonesia menetapkan perbankan syariah sebagai salah satu pilar penyangga dual-banking system dan mendorong pangsa pasar bank-bank syariah yang lebih luas sesuai cetak biru perbankan syariah (BI, 2002).

Depkeu melalui Bapepam-LK telah mengakui keberadaan lembaga keuangan syariah non banking seperti asuransi dan pasar modal syariah.

Departemen Agama telah mengeluarkan akreditasi bagi organisasi pengelola zakat baik dipusat maupun daerah.

Tahun 1990 MUI memprakarsai Lokakarya Ekonomi Syariah dan Tanggal 10-2-1999 MUI membentuk Dewan Syariah Nasional (DSN)
ANEKA RAGAM BISNIS SYARIAH BAB I
A. PERBANKAN SYARIAH
Pengertian Bank Syariah menurut para ahli :
1. Menurut Schaik (2001:45-52), bank syariah adalah sebuah bentuk dari bank modern yang didasarkan pada hukum islam yang sah, dikembangkan pada abad pertama islam, menggunakan konsep berbagi risiko sebagai metode utama, dan meniadakan keuangan berdasarkan kepastian serta keuntungan yang ditentukan sebelumnya.
2. Menurut Muhammad (Donna, 2006), adalah lembaga keuangan yang beroperasi dengan tidak mengandalkan pada bunga yang usaha pokoknya memberikan pembiayaan dan jasa-jasa lainnya dalam lalu-lintas pembayaran serta peredaran uang yang pengoperasiannya sesuai dengan prinsip syariat islam.
PRINSIP-PRINSIP DALAM PERBANKAN SYARIAH
Prinsip Titipan atau Simpanan (Al-Wadiah)
Al-Wadiah sebagai titipan murni dari satu pihak ke pihak lain, yang harus dijaga dan dikembalikan kapan saja si penitip menghendaki (Syafi’I Antonio, 2001).
a. Wadiah Yad Al-Amanah b. Wadiah Yad adh-Dhamanah

Tatacara pembagian hasil usaha :
a. Al-Mudharabah adalah suatu perkongsian antara dua pihak shahib al-mal menyediakan dana dan pihak mudharib bertanggung jawab atas pengelolaan usaha.
b. Al-Musyakarah adalah perkongsian antara dua pihak atau lebih dalam satu proyek dimana masing pihak berhak atas segala keuntungan dan bertanggung jawab akan segala kerugian yang terjadi sesuai dengan penyertaannya masing-masing

Prinsip Jual Beli (Al-Tijaraah)
Merupakan tata cara jual beli, dimana bank akan membeli terlebih dahulu barang yang dibutuhkan atau mengangkat nasabah sebagai agen bank melakukan pembelian barang atas nama bank, kemudian bank akan menjual barang tersebut kepada nasabah dengan harga sejumlah harga beli ditambah keuntungan (margin).
a. Al-Murabahah adalah akad jual beli barang dengan
menyatakan harga perolehan dan keuntungan (margin) yang
disepakati oleh penjual dan pembeli
b. Salam adalah akad jual beli barang pesanan dengan
penangguhan pengiriman oleh penjual dan pelunasannya
dilakukan segera oleh pembeli sebelum pesanan tersebut
diterima sesuai syarat-syarat tertentu.
c. Istishna’ adalah akad jual beli antara pembeli dan produsen
yang juga bertindak sebagai penjual. Cara pembayarannya
dapat berupa pembayaran dimuka, cicilan, atau ditangguhkan
sampai jangka waktu tertentu.

3. Prinsip Sewa (Al-Ijarah)
Al-Ijarah merupakan akad pemindahan hak guna atas barang atau jasa , melalui pembayaran upah sewa, tanpa diikuti dengan pemindahan hak kepemilikan atas barang itu sendiri.
a. Ijarah, sewa murni
b. Ijarah al muntahiya bit tamlik merupakan penggabungan sewa
dan beli.

4. Prinsip Jasa
Prinsip ini meliputi seluruh layanan non-pembiayaan yang diberikan bank.
a. Al-Wakalah, nasabah memberikan kuasa kepada bank untuk
mewakili dirinya melakukan pekerjaan jasa tertentu, seperti
transfer
b. Al-Kafalah, merupakan jaminan yang diberikan oleh penanggung
kepada pihak ketiga untuk memenuhi pihak kedua atau yang
ditanggung.

c. Al-Hawalah adalah pengalihan utang dari orang yang
berutang kepada orang lain yang wajib menangungnya,
dimana bank bertindak sebagai juru tagih tanpa
membayarkan dulu piutang tersebut.
d. Ar-Rahn adalah menahan salah satu harta milik si
peminjam sebagai jaminan atas pinjaman yang diterimanya.
e. Al-Qardh adalah pemberian harta kepada orang lain yang
dapat ditagih atau diminta atau dengan kata lain
meminjamkan tanpa mengharapkan imbalan.

Bagi Hasil (syirkah)
a. Musyarakah merupakan transaksi bagi hasil yang dilandasi keinginan para pihak yang bekerja sama untuk meningkatkan nilai aset secara bersama-sama.
b. Mudharabah adalah bentuk kerjasama antara dua atu lebih pihak di mana pemilik modal (shahibul mal) mempercayakan sejumlah uang kepada pengelola (mudharib) dengan suatu perjanjian pembagian keuntungan.

PERBEDAAN BANK SYARIAH DENGAN KONVENSIONAL
Terdapat perbedaan dalam berbagai aspek.
Akad dan aspek legal memiliki konsekuensi dunia akhirat.
Lembaga penyelesaian sengketa dilakukan di Badan Arbitrase Muamalah Indonesia (BAMUI) yang didirikan secara bersama oleh Kejaksaan Agung RI dan MUI.
Struktur organisasi bank syariah harus ada Dewan Pengawas Syariah.
Bisnis dan usaha yang dibiayai tidak lepas dari kreteria syariah.
Lingkungan dan budaya kerja yang sesuai dengan syariah.

Baitul Mal Wat Tamwil (BMT)
Pengertian BMT, dilihat secara konseptual memiliki dua fungsi yaitu pertama Baitul maal menyangkut kegiatan dalam menerima titipan dana zakat, infaq, dan shadaqah serta mengoptimalkan distribusinya sesuai dengan peraturan dan amanahnya. dan kedua Baitul tamwil dengan melakukan kegiatan pengembangan usaha-usaha produktif dan investasi.

Menurut Hosen dan Hasan Ali (PKES, 2008), BMT merupakan lembaga keuangan mikro yang dioperasikan dengan prinsip bagi hasil, menumbuhkembangkan bisnis usaha mikro dalam rangka mengangkat derajat dan martabat serta membela kepentingan kaum fakir miskin, ditumbuhkan atas prakarsa dan modal awal dari tokoh-tokoh masyarakat setempat dengan berlandaskan pada sistem ekonomi yang salaam : keselamatan (berintikan keadilan), kedamaian, dan kesejahteraan.

Prinsip-Prinsip dalam BMT
Prinsip bagi hasil hal ini maksudnya, ada pembagian hasil dari pemberi pinjaman dengan BMT, yakni dengan konsep Al-Mudharabah, Al-Musyarakah, Al-Muzara’ah, dan Al-Musaqah.
Sistem balas jasa merupakan cara jual-beli yang dalam pelaksanaannya BMT mengangkat nasabah sebagai agen yang diberi kuasa melakukan pembelibarang atas nama BMT, dan kemudian bertindak sebagai penjual, dengan menjual barang yang telah dibelinya dengan ditambah mark up. Keuntungan BMT nantinya akan dibagi kepada penyedia dana.
Sistem profit, disebut juga sebagai pembiayaan kebajikan yang bersifat sosial dan non-komersial. Nasabah cukup mengembalikan pokok pinjamannya saja.
Akad bersyarikat, adalah kerjasama antara dua pihak atau lebih dan masing-masing pihak mengikutsertakan modal dengan perjanjian pembagian keuntungan/kerugian yang disepakati.
Produk pembiayaan. Persetujuan atau kesepakatan pinjam-meminjam diantara BMT dengan pihak lain.

Kegiatan Operasional BMT :
Terdapat 2 tugas penting BMT
Pengumpulan Dana BMT yang bersumber dari dana masyarakat, simpanan biasa, simpanan berjangka atau deposito, serta melalui kerjasama antar institusi.u anggota
a. Simpanan Wadiah ( wadhi’ah amanah dan wadhi’ah
yadhomanah) – setiap waktu dapat ditarik pemilik atau anggota
b. Simpanan mudharabah – dana yang penyetoran dan
penarikannya dapat dilakukan sesuai dengan perjanjian.

2. Penyaluran Dana BMT
Dalam bentuk pinjaman atau disebut juga pembiayaan yaitu suatu fasilitas yang diberikan BMT kepada anggota yang membutuhkan untuk menggunakan dana yang telah dikumpulkan BMT dari anggota yang surplus dana.
a. Akad Tijarah (jual beli)
b. Akad syirkah (penyertaan dan bagi hasil) – Musyarakah yaitu
keuntungan dsan kerugian ditanggung bersama, Mudharabah yaitu
BMT menyediakan dana dan peminjam berupaya mengelola dana
tersebut untuk pengembangan usaha.

Modal Pendirian BMT
Modal awal sebesar Rp.20 juta berasal dari beberapa tokoh masyarakat, yayasan, kas mesjid atau BAZIS. Namun pendirian harus dilakukan antara 20 sampai 44 orang.

Badan Hukum BMT
BMT dapat didirikan dalam bentuk kelompok swafdaya masyarakat atau koperasi.

C. PEGADAIAN SYARIAH
Pengertian Pegadaian Syariah dalam fiqih islam mengenal perjanjian gadai atau Rahn yaitu perjanjian menahan sesuatu barang sebagai tanggungan hutang.

Rukun dan syarat transaksi gadai :
Shigat adalah ucapan berupa ijab dan qabul
Orang yang berakad
Harta atau barang (marhun)
Hutang (marhun bih)

Syarat sah gadai :
Shigat, syarat shigat tidak boleh terikat dengan syarat tertentu dan dengan masa yang akan datang.
Orang yang berakad, baik yang menggadaikan (rahin) maupun yang menerima gadai (murtahin) harus cakap dalam melakukan tindakan hukum, baligh, dan berakal sehat, serta mampu melakukan akad.

Marhun bih, harus merupakan hak yang wajib dikembalikan kepada murtahin; merupakan barang yang dapat dimanfaatkan; dapat dihitung jumlahnya.

Marhun, harus merupakan harta yang bisa dijual dan nilainya seimbang dengan marhun bih.

Asuransi Syariah (takaful).
Pengertian asuransi syariah menurut fatwa Dewan Asuransi Syariah Nasional MUI adalah usaha saling melindungi dan tolong –menolong diantara sejumlah orang atau pihak melalui investasi dalam bentuk aset dan atau tabarru’ yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi resiko tertentu melalui akad atau perikatan yang sesuai dengan syariah.

Menurut Hosen dan Hasan Ali (PKES, 2008:8-9), asuransi syriah mempunyai ciri-ciri :
1. Menggunakan akad tolong-menolong
2. Dana yang terkumpul dari peserta asuransi akan tetap menjadi
milik peserta asuransi bukan menjadi milik perusahaan (hanya
sebagai pengelola).
3. Pembayaran klaim peserta menggunakan dana kebajikan
(tabarru’) bukan dana milik perusahaan asuransi.
4. Terdapat Dewan Pengawas Syariah.

E. Pasar Modal Syariah
Defenisi pasar modal adalah pasar untuk berbagai instrumen keuangan (sekuritas) jangka panjang yang dapat diperjual belikan, baik dalam bentuk hutang maupun modal sendiri, baik yang diterbitkan oleh pemerintah, public authorithies maupun perusahaan swasta.
Menurut UU RI (1995 : No.8) tentang pasar modal disebutkan bahwa pasar modal adalah kegiatan yang bersangkutan dengan penawaran umum dan perdagangan efek.

Kegiatan operasional pasar modal syariah
Fatwa DSN No.40/DSN-MUI/X/2003 tentang Pasar Modal dan Pedoman Umum Penerapan Prinsip Syariah di Bidang Pasar Modal menentukan kriteria produk investasi :
1. Jenis usaha tidak termasuk yang dilarang
2. Jenis transaksi menganut prinsip kehati-hatian dan tidak
spekulatif.

Berdasarkan ketentuan tersebut produk investasi sesuai syariah dapat berupa :
1. Saham sudah sesuai dengan ajaran islam (syirkah dan
musyarakah).
2. Obligasi syariah (sukuk) dengan mewajibkan emiten untuk
membayar pendapatan kepada pemegang obligasi syariah
berupa bagi hasil atau margin atau fee serta membayar kembali
dana obligasi pada saat jatuh tempo.
3. Reksadana Syariah, merupakan wadah untuk menghimpun dana
dari masyarakat pemodal kemudian diinvestasikan dalam
portofolio efek oleh manajer investasi yang beroperasi menurut
ketentuan dan prinsip syariah islam.

LANDASAN POKOK MANAJEMEN BISNIS SYARIAH BAB II
Terdapat tiga komponen pokok yang terstruktur dalam manajemen bisnis syariah :
1. Aqidah atau iman yang bermakna ikatan keyakinan:
a. Tiada kekuatan lain diluar Allah SWT.
b. Selalu bicara tentang kebenaran, selalu lurus, dan
konsusten dalam perilakunya.
c. Rasa optimis menjalani kehidupan, tidak gelisah dan putus
asa.
2. Syariah.
Merupakan aturan Allah tentang pelaksanaan dari penyerahan
diri secara total melalui proses ibadah baik dalam arti khusus
(mahdah) dan dalam arti umum (ghair mahdah).

3. Akhlaq yaitu pelaksanaan ibadah kepada Allah SWT dan
bermuamalah dengan penuh keikhlasan.

TIDAKKAH KAMU PERHATIKAN BAGAIMANA ALLAH TELAH MEMBUAT PERUMPAMAAN KALIMAT YANG BAIK SEPERTI POHON YANG BAIK, AKARNYA TEGUH DAN CABANGNYA MENJULANG KELANGIT. POHON ITU MEMBERIKAN BUAHNYA PADA TIAP MUSIM DENGAN SEIZIN TUHANNYA. ALLAH MEMBUAT PERUMPAMAAN ITU UNTUK MANUSIA SUPAYA MEREKA SELALU INGAT. (QS IBRAHIM. 24-25)

DAN JANGANLAH KAMU MERUGIKAN MANUSIA TERHADAP HAK-HAK MEREKA DAN JANGANLAH KAMU MEMBUAT KEJAHATAN DIMUKA BUMI DENGAN MEMBUAT KERUSAKAN (QS HUD 11:85)

TIDAK HALAL BAGI SEORANG MUSLIM MENJUAL SATU KOMODITI YANG MEMILIKI CACAT, KECUALI CACAT TERSEBUT DIPERLIHATKAN KEPADA PEMBELI (HR BUKHARI).

Beberapa konsep ajaran islam :
Kepemimpinan Rasullullah SAW yang sudah sangat terkenal
1. Siddiq yaitu benar, nilai dasarnya adanya integritas dalam
pribadi, selalu berkata benar, pikiran jernih.
Nilai bisnisnya : Jujur, ikhlas, keseimbangan emosi, berusaha
secara halal.
2. Amanah yaitu terpecaya, bisa memegang amanah.
Nilai bisnisnya :Adanya kepercayaan , bertanggung jawab,
tepat waktu, memberikan yang terbaik.
3. Fathanah yaitu memiliki pengetahuan luas, cekatan, terampil,
memiliki strategi yang jitu.
Nilai bisnisnya : Memiliki visi misi, cerdas, pengetahuan
tentang produk
4. Tabligh yaitu komunikatif, menjadi pelayan bagi publik,
delegasi wewenang dengan baik.
Nilai bisnisnya : Supel, deskripsi tugas, bisa bekerja dengan
tim, koordinasi ada kendali dan supervisi.
5. Saja’ah yaitu berani.
Nilai bisnisnya : Mampu mengambil keputusan, menganalisis
data, tepat dalam mengambil keputusan, dan responsif.

Rukun Iman sebagai landasan kepercayaan muslim
a. Iman kepada Allah SWT
b. Iman kepada Malaikat
c. Iman kepada Kitab-Kitab Allah
d. Iman kepada Rasul Allah
e. Iman kepada hari akhir
f. Iman kepada Qada dan Qadar
Shalat untuk membangun karakter
a. Disiplin
b. Perjalanan rohani
c. Latihan psikis dan emosional
d. Kesadaran diri
e. Kesucian dan keikhlasan
Puasa Ramadhan sebagai pendidikan rohani.
Zakat
Haji

BELANJAKANLAH SEBAGAIN DARI APA YANG TELAH KAMI BERIKAN KEPADAMU SEBELUM DATANG KEMATIAN KEPADA SALAH SEORANG DI ANTARA KAMU, LALU IA BERKATA : “ YA TUHANKU, MENGAPA ENGKAU TIDAK MENAGGUHKAN KEMATIANKU SAMPAI WAKTU TERTENTU, SEHINGGA MEMUNGKINKAN AKU DAPAT BERSEDEKAH DAN AKU TERMASUK ORANG-ORANG YANG SOLEH (AL-MUNFIQIN : 10)

TIADA SESUATU YANG LEBIH BERAT DALAM TIMBANGAN SESEORANG MUKMIN DI HARI KIAMAT, SELAIN DARI KEINDAHAN AKHLAQ. DAN ALLAH BENCI KEPADA ORANG YANG KEJI MULUT DAN BURUK KELAKUAN. YANG BANYAK MEMASUKKAN ORANG KEDALAM SORGA IALAH TAQWA DAN KEINDAHAN AKHLAQ DAN SEBALIKNYA YANG BANYAK MEMASUKKAN ORANG KE NERAKA IALAH KEJAHATAN MULUT DAN KEMALUAN (HR TIRMIZI)

Landasan Pokok Manusia Pembangunan :
Tauhid Uluhiyah, merupakan keyakainan bahwa Allah SWT-lah yang berkuasa atas segala-galanya. Manusia hanya menerima titipan dalam pengelolaan harta.
Tauhid Rububiyah, merupakan keyakinan bahwa yang mengatur dan memberi rezeki ilah Allah SWT. Oleh sebab itu, sebagai manusia harus berusaha dan berdoa seoptimal mungkin.
Khilafah, bahwa manusia ditempatkan di muka bumi memiliki tugas dan tanggung jawab dalam memakmurkannya.
Tazkiyah, bahwa manusia harus mensucikan harta yang dimilikinya dengan berzakat, infak dan sadaqah. Pengelolaan harta mesti dengan cara-cara yang baik dan bersumber dari kehalalan.
Al-Falah, bermaksud bahwa sukses yang diraih hendaknya menjadi pembuka dan melapangkan jalannya ke akhirat.

Penggunaan Harta
Allah SWT berfirman dalam surat Al-Baqarah Ayat 261 – 274 mengenai tuntunan islam terhadap penggunaan harta. Bahwa orang muslim menggunakan hartanya untuk :
1. Memperkuat ketaqwaan kepada Allah SWT
2. Memperkuat hubungan silaturrahmi sesama manusia.
3. Berbuat amal baik dan benar
4. Menafkahkan harta pada sesama.
RUANG LINGKUP BISNIS SYARIAH BAB III
Pengertian bisnis menurut Hughes dan Kapoor ialah suatu kegiatan usaha individu yang terorganisasi untuk menghasilkan dan menjual barang dan jasa guna mendapatkan keuntungan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.

Usaha Perusahaan
Rumah tangga perusahaan sebagai suatu bentuk bagian dari bisnis berada di tengah masyarakat, dan harus menjaga hubungaqn baik, dengan lembaga, organisasi dan dengan individu-individu sebagai anggota masyarakat. Dengan relasi yang baik, terjaminlah hubungan antar sesama manusia, yang akan mempunyai efek kumulatif meningkatkan ketaqwaan Muslim pengelola bisnis.

Keberhasilan mencari rezeki dijanjikan oleh Allah SWT, seperti hadist berikut :
Andaikan kamu tawakkal kepada Allah dengan sungguh-sungguh, niscaya akan memberi rezeki kepadamu, sebagaimana Dia memeberi rezeki kepada burung, yang keluar sangkar di pagi hari dengan perut kosong, dan pulang di senja hari dengan perut kenyang, (HR.Tirmidzi)

Terdapat lima jenis rumah tangga perusahaan yang menghasilkan barang dan jasa :
1. Agraris
2. Ekstraktif atau Pertambangan
3. Industri
4. Perdagangan
5. Jasa

Dalam melaksanakan kegiatan bisnis tidak mementingkan diri sendiri, harus memelihara ekosistem, menjaga keseimbangan lingkungan alam menjaga kehidupan dan memberi hak hidup kepada makhluk Allah SWT yang lain selain manusia.

Apakah engkau hendak matikan binatang ternak itu beberapa kali ? Adakah engkau tajamkan pisaumu sebelum kau membaringkannya untuk disembelih ? (HR. Al-Hakim)

Peluang-peluang yang disediakan bisnis :
Bisnis menyediakan lapangan pekerjaan dari berbagai tingkatan dan lapangan mulai jadi pekerja sampai menjadi pengusaha.Dunia bisnis sangat tanggap akan kekurangan barang di pasar guna memenuhi kebutuhan manusia sepanjang masa.

Motif pembelian :
1. Matif rasional
2. Motif selektif
3. Motif emosional
Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Furqan Ayat 67 berikut :
Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) ditengah-tengah antara yang demikian.

Untuk lebih memahami dengan baik, mari kita perhatikan hadis berikut ini :
1. Tidak akan melaratlah siapa saja yang berlaku sedang (dalam berbelanja). (HR. Ahmad dan Thabrani).
Ada tiga hal yang dapat menyelamatkan yaitu takut kepada Allah SWT baik secara rahasia atau terang-terangan, berlaku sederhana di waktu kaya dan miskin, serta berlaku adil baik ketika rela atau marah. (HR. Bazzar, Thabrani, Abu Naim, dan Baihaqi)

Selanjutnya motif rasional ialah sebelum berbelanja seorang individu memikirkan secara matang apa yang akan dibelinya, misalnya seorang merasa lapar, maka secara rasional ia akan mencari nasi. Jika nanti ia memilih restoran tertentu atau memilih makanan tertentu maka ia sudah menggunakan motif selektif. Sedangkan motif emosional ialah motif yang muncul seketika yang mendorong seseorang berbelanja.

Binis dan Dinamika Masyarakat
Melalui bisnis kita dapat memperoleh penghasilan, memenuhi kebutuhan akan barang dan jasa. Dunia bisnis bersifat dinamis, kreatif dan menantang. Mobilitas tinggi mereka bergerak dari satu daerah ke daerah lain. Sesuai musim, situasi, dan waktu yang tepat di satu daerah dan daerah lain di mana orang membutuhkan barang (daerah minus).

QS Al-Mulk Ayat 15 berikut ini :
Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, Maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezki-Nya, dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.

QS Nuh Ayat 19-20 :
Dan Allah menjadikan bumi untukmu sebagai hamparan (Ayat 19), Supaya kami menjalani jalan-jalan yang Luas di bumi itu (Ayat 20).

Perjalanan ini banyak dilakukan oleh orang-orang yang bergerak di bidang bisnis, dibandingkan dengan orang yang bekerja di kantor.
Orang yang bergerak dalam bidang bisnis akan mampu memberi sumbangan untuk pembangunan ekonomi, melalui etos kerja, mengembangkan sikap jujur dalam bisnis, orientasi dan perilaku yang merangsang dan mendorong pembangunan, mampu menggerakkan masyarakat sekitarnya, menyerap tenaga kerja, dan mendidik tenaga kerja untuk gairah bekerja dan taat melaksanakan perintah agama, membantu masyarakat sekitar dengan sedekah dan zakat perdagangan dan zakat mal.

Kewirausahaan :
Peluang membuka wirausaha masih sangat besar. Beberapa faktor yang turut mendorong berwirausaha.
Personal – menyangkut aspek kepribadian ; rajin, mau kerja keras, percaya diri, bisa dipercaya, bisa bergaul dengan orang lain.
Sociological — partisipasi dari keluarga, famili , mereka mau membantu.
Environmental— Lingkungan yang kondusif dapat dicontoh

Siapa yang dikatakan Wirausaha ?
Bygrave menyatakan bahwa wirausaha ilah orang yang bisa melihat peluang, dan mengatur langkah-langkah atau strategi untuk mengisi peluang peluang tersebut, sehingga menguntungkan.

Peter Drucker menyatakan wirausaha ialah seseorang yang mampu memanfaatkan peluang.

David Mc Clelland menyatakan seorang wirausaha ialah seorang yang energik dan gandrung akan prestasi.

Schumpeter menyatakan bahwa wirausaha ialah orang menemukan teknik-teknik produksi baru, membuat barang baru, atau yang dapat mengolah bahan baku tertentu menjadi barang baru.
PERILAKU DAN TUJUAN BERBISNIS BAB IV
Berdagang adalah Hobby :
Berdagang adalah hobby kebanyakan dianut oleh pedagang cina, mereka memang menekuni dunia perdagangan dalam keseharian mereka.
Berdagang adalah Ibadah :
Bagi orang muslim, kegiatan berdagang sebenarnya lebih tinggi derajatnya, yaitu dalam rangka beribadah kepada Allah SWT.
Fatabiqul Khairat :
– Banyak berbuat kebaikan, akan sangat menyenangkan bagi si pelaku dan juga bagi orang yang melihatnya. Selalu berbuat baik dan selalu membantu meringankan penderitaan orangh lain, otaknya senang, dan tubuhnya akan lebih kebal terhadap penyakit.

Terdapat hubungan antara berbuat baik, dengan kesehatan badan, hal ini diungkapkan dalam buku The Healing Brain (otak yang menyembuhkan) yang dituis oleh Robert Ornstein dan dokter David Sobel, dan telah memenangkan American Health Award (Majalah Tempo, 25 JUNi 1998). Diungkapkan bahwa fungsi otak yang utama bukan untuk berpikir, tapi untuk mengendalikan sistem kesehatan tubuh. Menurutnya, vitalitas otak dalam menjaga kesehatan ternyata banyak bergantung pada frekuensi perbuatan baik. Manusia adalah makhluk sosial, bergaul, bermuamalah, kerjasama, tolong menolong, dan kegiatan komunikasi dengan orang lain adalah sebuah aspek kerja otak yang paling utama.

Berbuat baik adalah keadaan yang paling intens dalam berhubungan dengan orang lain, terbukti efektif dalam keseimbangan otak. Keadaan seimbang ini diperlukan untuk mengontrol kesehatan tubuh.
BISNIS SYARIAH SEBAGAI PEKERJAAN MULIA BAB V
Perdagangan dalam syariah
Nabi Muhammad SAW pernah ditanya :
Mata pencaharian apakah yang paling baik, Ya Rasulullah ? Jawab beliau : Ialah seseorang yang bekerja dengan tangannya sendiri dan setiap jual beli yang bersih (HR. Al-Bazzar).
Dan Allah SWT telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba (QS-Al Baqarah: 275
Berdagang di Masjid
Melakukan perdagangan di lingkungan masjid tidak dilarang. Pelarangan terjadi jika melakukan perdagangan di dalam masjid, sebagaimana hasidt berikut :
Rasullullah SAW telah melarang berjual beli di dalam mesjid (HR Akhmad, Abu Daud, Nasai, Thirmizi dan Ibnu Majah)

Wajib mengetahui hukum jual beli
Dalam pelaksanaan jual-beli ada rukunnya yang disebut dengan ijab dan kabul. Ijab adalah ungkapan yang keluar lebih dahulu dari dan ke salah satu pihak dan kabul adalah jawabannya.
Dalam istilah, ijab dan kabul tidak ada kewajiban menggunakan kata-kata khusus karena ketentuan hukumnya ada pada tujuan dan maknanya bukan kata-katanya. Yang diperlukan disini ialah menyatakan kerelaan yang direalisasikan dalam bentuk mengambil dan memberi sehingga merubah kepemilikan benda.
Ijab kabul ini diucapkan dengan lisan dan bisa juga berbentuk tertulis.

Promosi dalam perdagangan.
Dilakukan dengan 5 (lima) cara :
1. Personal selling dilakukan melalui para penjual disebut juga wira niaga atau sales yang mendatangi calon pembeli ke rumah-rumah, yang berhadapan langsung dan mempengaruhi calon pembeli dengan segala cara berkomunikasi.

2. Advertising, yaitu memasang reklame, iklan, brosur, leaflet dan berbagai bentuk lainnya. Tujuannya ialah untuk menarik calon pembeli dengan menonjolkan keunggulan barang yang dijual. Selalu menekankan plus point, berupa kelebihan atau keistimewaan barang dagangannya. Dalam ilmu marketing terdapat prinsip truth in advertising artinya iklan, reklame, pujian terhadap barang sendiri, tidak boleh berlebihan dan membohongi calon pembeli.

Rasullullah SAW melarang banyak sumpah dalam jual beli, ditegaskan dalam riwayat Muslim:
Jauhkanlahbanyak sumpah dalam jual beli, karena sesungguhnya hal itu betul melariskan dagangan, akan tetapi menghapuskan keberkahan. Rasulullah SAW sangat tidak menyenangi perkataan yang banyak menggunakan sumpah ini karena mereka bersumpah, setelah itu mereka banyak berbuat dosa, mereka bersumpah setelah itu mereka berbohong.

3. Publicity, yaitu berupa pemuatan berita disurat kabar, radio, atau televisi. Biasanya para pengusaha mengadakan temu wicara, atau press release dengan para wartawan kemudian beritanya dimuat di media masa.
4. Sales Promotion, artinya usaha promosi yang dilakukan dengan harapan meningkatkan penjualan dalam jangka pendek. Misalnya dengan penjualan obral, memberikan discount khusus, seperti :
– Banting harga, jual obral, korting besar, cuci gudang.
– Memberikan hadiah langsung atau berupa undian.
– Mengadakan show (pertunjukan).
– Mengadakan fair, pasar malam, festival, bazar.
5. Public relation, yaitu suatu usaha menjaga hubungan baik dengan masyarakat, dengan selalu menginformasikan apa yang telah dilakukan oleh lembaga, dan rencana apa yang akan dilaksanakan di masa yang akan datang.

Perilaku Terpuji dalam Perdagangan
Menurut Imam Al-Ghazali ada enam sifat perilaku terpuji dilakukan dalam perdagangan yaitu :
1. Tidak mengambil laba lebih banyak.
2. Membayar harga agak lebih mahal kepada penjual yang miskin.
3. Memurahkan harga atau memberi korting kepada pembeli yang
miskin.
4. Bila membayar hutang, pembayarannya dipercepat dari waktu
yang telah ditentukan.
5. Membatalkan jual beli, jika pihak pembeli menginginkannya.
6. Bila menjual bahan pangan kepada orang miskisn secara cicilan,
maka jangan ditagih bila orang miskin itu tidak mampu membayar
dan membebaskan mereka dari hutang jika meninggal dunia.
SUMBER DAYA INSANI DAN ETOS KERJA DALAM BISNIS SYARIAH
Mengandung unsur-unsur sebagai berikut :
Usaha Kerja keras
Motivasi dan Perintah Berusaha sebagaimana forman Alah SWT dalam QS Al-Qashas ayat 77, dan Hadis riwayat Thabrani : Sesungguhnya Allah SWT telah mewajibkan kalian berusaha, maka oleh sebab itu hendaklah kalian berusaha.
Berjalanlah di muka bumi. Allah SWT telah menciptakan segala sesuatu di alam raya ini untuk manusia, sebagaimana firman Allah SWT dalam QS Lukman Ayat 20.
Usaha Mencapai Sukses, sebagaimana firman Allah SWT dalam QS Al-Jumu’ah Ayat 10.
Produktivitas Kerja, sebagaimana firman Allah SWT dalam QS At-Taubah Ayat 109.
Memacu Perubahan Sosial, sebagaimana Allah SWT telah berfirman dalam QS Al-Anbiyaa’ Ayat 107.
TANGGUNG JAWAB SOSIAL BISNIS SYARIAH
Definisi Corporate Social Responsibility (CSR)
Dalam buku CSR oleh Yusuf Wibisono, 2007 : The World Business Council For Sustainable Development (WBCSD) mendefinisikan CSR sebagai komitmen dunia usaha untuk terus menerus bertindak secara etis, beroperasi secara legal dan berkontribusi untuk peningkatan ekonomi, bersamaan dengan peningkaan kualitas hidup dari karyawan dan keluarganya sekaligus juga peningkatan kualitas komunitas lokal dan masyarakat secara lebih luas.

Tanggung jawab sosial dipengaruhi oleh :
Etika
Peraturan
Aksi Konsumen

SISTEM BISNIS (Buchari Alma, 2009)
REPUTASI PERUSAHAAN (Fombrun, 1996)
ETIKA BISNIS SYARIAH
Definisi Etika Bisnis oleh Linda Klebe Trevino, 1995 : Business ethics is about building of trust between people and organizations, and absolutely essential ingredient to conducting business successfully especially in the long term.

Beberapa dasar etika bisnis syariah :
Janji, “tepatilah janji, karena sesungguhnya janji itu akan diminta pertanggung jawabannya”, (HR. Baihaqi).
Utang-Piutang
Tidak boleh menghadang orang desa di perbatasan kota
Jual beli harus jujur dan ada hak khiyar
Ukuran takaran dan timbangan
Tidak menjual barang haram
Berperilaku hemat
Masalah upah.

Landasan Pokok Manajemen Bisnis Syariah

slide5Ekonomi suatu bangsa akan baik, apabila akhlak masyarakatnya baik. Antara akhlak dan ekonomi memiliki keterikatan yang tak dapat dipisahkan dengan demikian, akhlak yang baik berdampak pada terbangunnya muamalah atau kerjasama ekonomi yang baik. Rasulullah tidak hanya diutus untuk menyebarluaskan akhlak semat, melainkan untuk menyempurnakan akhlak mulia baik akhlak dalam berucap; maupun dalam bertingkah laku, sehingga mendekatkan diri kepada Allah swt dan beriman dengan sebenar-benarnya dapat terwujud. Untuk melihat akhlak manusia bertindak dalam kehidupan ekonomi maka baik kita lihat dulu posisi akhlak dalam struktur agama Islam.
Agama Islam mengandung tiga komponen pokok yang terstruktur dan tidak dapat dipisahkan antara satu dengan yang lain yaitu:
1. Aqidah atau Iman
Merupakan keyakinan akan adanya Allah dan rasul yang dipilihnya untuk menyampaikan risalahnya kepada umat melalui malaikat yang dituangkan dalam kitab suci, yang mengajarkan adanya hari akhirat, suasana kehidupan sesudah mati.
2. Syariah
Merupakan aturan Allah tentang pelaksanaan dari penyerahan diri secara total melalui proses ibadah dalam hubungan dengan sesama makhluk, secara garis besar syariah meliputi dua hal pokok yaitu ibadah dalam arti khusus atau ibadh mahdah dan ibadah dalam arti umum atau muamalah atau ibadh ghair mahdah.
3. Akhlak
Yaitu pelaksanaan ibadah kepada Allah dan bermuamalah dengan penuh keikhlasan. Tiga komponen ajaran Islam, akidah, syariat dan akhlak merupakan suatu kesatuan yang integral tidak dapat dipisahkan.

Manajemen Bisnis – Prinsip dan Standarisasi Manajemen Perusahaan

Bisnis Manajemen-Bisnis-Online-Belajar-Sesuai-Tahapan-dan-Kebutuhan-300x173merupakan kegiatan dalam menjual produk atau jasa agar memberikan keuntungan bagi pemiliknya. Bisnis merupakan kegiatan beresiko memberikan kerugian baik dari segi material atau non-material. Namun bila berhasil maka akan memberikan keuntungan dan kesejahteraan bagi pemiliknya. Agar terhindar dari resiko bisnis maka bisnis harus dijalankan dengan tepat dengan perencanaan yang matang dan pelaksanaan yang serius dan mantap. Bisnis terdiri atas beberapa komponen penting yang saling mendukung dan melengkapi. Bila salah satu komponen gagal maka akan mengganggu komponen lain. Berikut adalah komponen-komponen bisnis tersebut:

 

Manajemen, yaitu bagian yang merencanakan, mengelola, dan menjalankan bisnis. Komponen ini bisa disebut sebagai backend yaitu komponen yang berada di belakang layar.

Kekuatan brand atau image, yaitu karisma, kekuatan emosional yang dimiliki oleh perusahaan dan merupakan pandangan/perasaan masyarakat terhadap perusahaan atau produk.

Produk atau Layanan, komponen yang dijual atau ditawarkan kepada pasar. Komponen ini bisa disebut sebagai front end karena komponen ini berada didepan. Komponen inilah yang berhadapan dengan masyarakat.

Partner, yaitu pihak yang ikut membantu dalam menjalankan bisnis.

Pelanggan, yaitu pihak yang akan menerima tawaran atau membeli produk dan layanan yang ditawarkan.

Saya akan membahas komponen-komponen diatas satu persatu disertai kriteria, prisip, dan standar yang perlu dipenuhi agar tiap komponen dapat berfungsi maksimal sesuai yang diharapkan. Tiap komponen tidak dapat berdiri sendiri karena gangguan pada satu komponen akan mengganggu komponen lain. Saya akan menulis pemikiran saya berdasarkan pengalaman, buku-buku manajemen bisnis, dan studi kasus pada perusahaan-perusahaan tertentu. Pada posting ini saya akan membahas pada komponen Manajemen. Dan saya akan teruskan pada tulisan-tulisan berikutnya.

 

Manajemen

 

Manajemen suatu perusahaan adalah nyawa dari suatu perusahaan. Manajemen yang menentukan pertumbuhan atau kebangkrutan suatu perusahaan. Dengan adanya suatu pengelolaan dan manajemen yang baik maka suatu perusahaan akan mampu bertahan dari segala tekanan, kendala, dan rintangan yang ada. Bahkan akan berkembang menjadi lebih besar dan lebih baik lagi. Dalam mengelola perusahaan maka ada prinsip dan standarisasi dimana hal-hal tersebut akan sangat membantu perkembangan perusahaan bila diterapkan dengan baik. Prisip dan standar ini bukanlah nilai mutlak dalam kesuksesan suatu perusahaan. Tidak selamanya suatu perusahaan yang telah melakukan segala sesuatunya dengan baik akan sukses. Terkadang ada beberapa kendala atau halangan yang tidak dapat dihindari contohnya tertipu rekan kerja atau tertimpa bencana serta kendala-kendala lainnya. Berikut adalah beberapa prinsip dan standarisasi yang diharapkan mampu mendukung kemajuan dan perkembangan suatu perusahaan:

 

Perancanaan yang Matang

Sebelum suatu perusahaan berdiri maka biasanya modal merupakan kendala awal yang harus dipenuhi sebelum perusahaan berjalan. Tidak selamanya modal besar pasti memberikan keuntungan besar. Pengelolaan modal yang efektif dan efisien akan memberikan keuntungan yang maksimal. Untuk kita kita harus melakukan perhitungan modal dan biaya yang diperlukan untuk operasional perusahaan dalam jangka beberapa waktu ke depan. Kita harus mampu memberikan anggaran yang aman untuk operasional perusahaan dalam beberapa waktu kedepan. Jadi bukan mengamankan anggaran hanya untuk hari ini dan besok. Dengan adanya pengamanan anggaran dalam jangka panjang maka perusahaan akan mampu bertahan bila mengalami kendala atau bencana yang sifatnya mendadak dan tidak diperhitungkan sebelumnya.

Dengan melakukan perencanaan dan perancangan perusahaan secara matang maka perusahaan akan siap menghadapi berbagai kendala dan rintangan karena telah diperhitungkan sebelumnya. Misalnya dalam membuat suatu produk maka kita harus melakukan penelitian terlebih dahulu mengenai pasar, konsumen, produk pesaing, dan kendala-kendala yang mungkin akan muncul agar produk kita tepat sasaran dan tidak gugur bila terkena berbagai tekanan dan kendala yang muncul. Saat ini penggunaan teknologi informasi dalam kegiatan bisnis mampu memudahkan dan mempercepat perencanaan perusahaan. Sistem yang digunakan disebut Enterprise Resource Planning(ERP) dimana sistem ini melakukan perencanaan dengan konsep Manajemen Operasional dengan suatu aplikasi yang terintegrasi. Beberapa kegiatan manajemen dapat terbantu dengan sistem ini seperti inventory management, financial management, reporting, manufacturing management, dan kegiatan lainnya.

Sumber Daya Manusia yang Berkualitas, Loyal, dan Sejahtera.

Sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas merupakan kunci penggerak perusahaan. Dengan adanya SDM yang mampu menggerakkan perusahaan dengan baik maka suatu perusahaan akan mampu berkembang dan melakukan bisnisnya dengan efektif dan efisien. SDM yang berkualitas tidaklah cukup untuk menjalankan perusahaan dalam jangka panjang. Diperlukan loyalitas pegawai terhadap perusahaan tempat dimana dia bekerja. Dengan membangun hubungan emosional antara perusahaan dan pegawainya maka seorang pegawai akan berusaha semaksimal mungkin memberikan kontribusi terbaik buat perusahaan. Tanpa adanya hubungan emosional antara perusahaan dan pegawai maka pegawai hanya menjalankan kewajibannya tanpa memberikan seluruh kemampuannya untuk perusahaan. Bila kewajibannya telah dilakukan maka dia hanya akan berjalan ditempat tanpa memberikan inovasi, kreatifitas, dan ide cemerlang yang sebenarnya bisa dilakukan bila pegawai memiliki ikatan emosional yang membuat dia ingin ikut membangun dan mengembangkan perusahaan menjadi lebih baik.

Sumber daya manusia yang berkualitas, dan loyal belum tentu dapat memberikan kontribusi terbaik yang dimilikinya. Manusia yang memiliki kebutuhan tentu akan berusaha agar dapat memenuhi segala kebutuhannya. Bila seorang pegawai merasa bahwa penghasilan yang dimilikinya tidak memenuhi kebutuhannya maka tentu dia akan berusaha untuk mencari jalan agar dapat memenuhi seluruh kebutuhannya. Bila hal ini terjadi maka pegawai mencari kerja sampingan yang akan menyita waktu, pikiran, dan tenaganya sehingga ia tidak dapat memberikan kemampuannya secara maksimal pada perusahaan. Mengapa terkadang beberapa perusahaan melakukan meeting, atau penyusunan anggaran di hotel padahal kantor mereka memiliki fasilitas yang sama dengan hotel? Mungkin buat sebagian orang hal ini adalah pemborosan, tapi dampak baiknya adalah para peserta meeting atau rapat akan lebih berkosentrasi dan memberikan pemikiran mereka secara maksimal tanpa terganggu oleh masalah lainnya seperti macet di perjalanan ke kantor, permasalahan di rumah, dan kendala-kendala di luar perusahaan. Dengan adanya dukungan dari perusahaan agar pegawai tidak dipusingkan oleh hal-hal lain diluar perusahaan maka pegawai diharapkan dapat memberikan kontribusi maksimal buat perkembangan perusahaan.

Manager yang Terbuka, Tegas, dan Demokrat

Kepemimpinan seorang manager merupakan penunjuk jalan yang benar bagi perusahaan. Mereka adalah nakhoda kapal yang akan menentukan apakah perusahaan akan mencapai tujuan atau tidak. Jiwa kepemimpinan yang berwibawa harus dimiliki oleh seorang manager perusahaan, namun dengan wibawa bukan berarti bersikap tertutup terhadap pegawainya. Justru sikap terbuka seorang pemimpin yang mau menerima masukan dan saran dari bawahannya akan membantu seorang manager dalam memimpin perusahaan atau departement yang dibawahinya. Ketegasan dalam memimpin dan mengambil keputusan sangat diperlukan oleh seorang manager, karena di tangan mereka keputusan akan jalan yang ditempuh oleh perusahaan akan menentukan perkembangan dan operasional perusahaan. Manager juga harus dapat mempertanggung jawabkan keputusan mereka di depan direksi tidak melulu menyalahkan bawahan yang tidak becus melakukan perintahnya. Sebaiknya setiap pengambilan keputusan melibatkan banyak pihak, baik itu bawahan ataupun pihak lain yang terkait. Dengan adanya masukan dari yang lain maka manager dapat mempertimbangkan dan mengambil keputusan yang tepat dan memuaskan banyak pihak.

Hubungan antara manager dan bawahan juga harus baik dan terjaga. Sebisa mungkin ada hubungan 2 arah antara manager dan bawahan, bukan hubungan searah dimana manager terus-terusan memberi perintah kepada bawahan tanpa mau mendengar keluhan dan perasaan bawahannya. Bila ada hubungan harmonis seperti keluarga dalam suatu perusahaan maka akan tercipta team kerja yang solid dan kuat dalam menjalankan perusahaan.

Lingkungan Kerja yang Nyaman dan Mendukung

Seorang pekerja menghabiskan hampir setengah hidupnya dalam sehari berada di kantor. Sehingga kantor merupakan tempat kedua setelah rumah yang menjadi tempat terlama dimana pekerja berada. Untuk itu lingkungan kantor yang nyaman, kondusif, dan mendukung pekerjaan mutlak diperlukan. Lingkungan kerja bukan berarti hanya kantor saja, akan tetapi termasuk suasana kerja, dan hubungan antar pegawai perusahaan. Bila salah satu bagian dari lingkungan kerja tersebut ada yang membuat tidak nyaman seorang pekerja maka akan berdampak terhadap menurunnya kinerja dan kontribusi pegawai tersebut terhadap perusahaan.

Kantor adalah tempat bekerja dimana kenyamanan kantor bergantung pada kebersihan, kerapian, ketenangan, keindahan, suhu dan udara yang sesuai, serta tata letak furniture dan ruangan yang baik. Perangkat kerja yang mendukung juga perlu diperhatikan. Jangan memaksakan penghematan terhadap perangkat kantor yang dapat menghambat pekerja. Beberapa perusahaan terkadang mempertahankan komputer tua yang suka crash dengan alasan masih dapat dipakai padahal justru kelambatan dan tuanya perangkat membuat waktu bekerja dan terkadang menghambat pekerja pada saat perangkat tua tersebut rusak. Kantor yang nyaman akan membuat pegawai betah dan tidak terburu-buru ingin meninggalkan kantor sehingga pekerja lebih berkosentrasi dalam melakukan pekerjaannya. Suasana kekeluargaan di kantor perlu dibina agar pegawai merasa sebagai bagian dari perusahaan dan memiliki rasa tanggung jawab terhadap perusahaan untuk menjaga nama baik perusahaan. Jangan sampai ada sifat iri, sinis, atau ada pertikaian antar pegawai karena akan mengganggu pekerjaan dan kinerja perusahaan.

Perlu diperhatikan juga bagaimana pegawai berangkat dan pulang dari kantor. Bila pegawai tinggal terlalu jauh dari kantor maka perlu dipikirkan bagaimana bila terkendala macet dan terlambat sampai dikantor. Ada baiknya perusahaan menyediakan jemputan karyawan karena selain membantu karyawan juga akan mengakrabkan karyawan karena ada waktu bercerita dalam perjalanan dari atau ke kantor.

Terbuka dan Selalu Belajar

Perkembangan dunia bisnis begitu cepat. Begitu banyak bidang yang mendukung suatu bisnis misalnya bidang teknologi informasi. Begitu banyak perubahan yang terjadi diluar perusahaan, karena itu kita tidak boleh tertutup dan harus berusaha menerima perubahan yang ada. Dengan selalu mempelajari perubahan dan perkembangan maka suatu perusahaan akan dapat bersaing dengan perusahaan lain dan tidak tertinggal oleh tren dan perkembangan yang terus berjalan. Perusahaan harus mempelajari dan menerapkan berbagai perkembangan dan perubahan yang mampu memberikan manfaat yang efektif dan efisien bagi perusahaan. Dengan demikian maka perusahaan akan selalu dapat berkembang, dan berjalan seiring dengan perubahan dan perkembangan yang ada.

Business Plan

web-bme-rev-1Manajemen bisnis merupakan upaya pengaturan secara menyeluruh guna menjalankan sebuah usaha bisnis yang profesional dan menghasilkan tujuan bisnis yang diinginkan. Manajemen bisnis dibutuhkan dalam rangka tercapainya sebuah tujuan sebuah usaha bisnis baik dari aspek profit maupun tujuan lain sesuai yang diinginkan oleh pihak pengelola bisnis.

Sebuah proses pengaturan diperlukan agar sebuah usaha tidak sembarangan, mampu melakukan perencanaan, target-target yang diinginkan serta dapat mengantisipasi berbagai kemungkinan sebuah resiko usaha bisnis.

Sebuah langkah profesional yang dilakukan sebelum merancang sebuah manajemen bisnis biasanya dilakukan dengan membuat sebuah rancangan global sebuah bisnis atau yang dikenal dengan business plan.

Business plan menyangkut bagaimana manajemen bisnis serta perencanaannya dari berbagai aspek, diantaranya adalah manajemen pemasaran, manajemen produksi, manajemen finansial dan sebagainya. Melalui sebuah business yang mantap, biasanya sebuah usaha akan meyakinkan untuk dikelola secara maksimal.

Untuk bentuk usaha bisnis dengan skala kecil pun diperlukan sebuah upaya manajemen bisnis yang baik, hanya berbeda pada ukuran skala saja serta pengerjaannya yang lebih sederhana dan bisa dikerjakan rangkap oleh satu atau dua orang dari pengelola bisnis tersebut. Beberapa hal yang menjadi patokan utama manajemen bisnis diantaranya adalah beberapa hal berikut ini:

  1. Manajemen produksi
    Manajemen produksi merupakan pengaturan dan perencanaan terkait ketersediaan bahan baku maupun bahan jadi yang siap dipasarkan pada sebuah perusahaan bisnis. Manajemen bisnis di bidang produksi menyangkut bagaimana proses produksi itu bisa berlangsung dengan baik sehingga mampu menghasilkan produk atau layanan yang diminati oleh konsumen.
  2. Manajemen pemasaran
    Manajemen bisnis di bidang pemasaran menyangkut segala bentuk perencanaan, bentuk, target serta tujuan dan hasil dari sebuah proses marketing atau pemasaran. Penjualan yang meningkat dan upaya untuk memperkenalkan produk kepada konsumen merupakan target utama dari sebuah manajemen pemasaran.

Tanpa adanya sebuah manajemen pemasaran yang baik, maka sebuah perusahaan akan mengalami kondisi sulit dalam hal pemasukan atau income yang diperoleh. Pemasaran memegang peran vital terhadap eksistensi sebuah perusahaan. Produk atau jasa yang kurang bermutu pun akan bisa terjual laris apabila perusahaan Anda memiliki seorang manajer pemasaran yang handal. Kreatifitas dan inovasi perlu dijalankan dalam merancang sebuah manajemen bisnis di bidang pemasaran.

  1. Manajemen distribusi
    Manajemen bisnis di bidang distribusi memegang peran mendukung manajemen pemasaran. Meskipun pemasaran telah berjalan dengan baik, namun apabila manajemen distribusi mengalami hambatan, maka marketing juga akan terganggu. Proses penyaluran barang produksi atau layanan jasa kepada konsumen sangat ditentukan oleh bagaimana pola manajemen distribusi tersebut dirancang oleh sebuah perusahaan.
  2. Manajemen finansial
    Manajemen finansial di dalam sebuah usaha bisnis menyangkut transparansi dan pengelolaan sirkulasi keuangan sebuah perusahaan. Manajemen keuangan menyangkut bagaimana keuangan perusahaan mampu dibagikan sesuai dengan anggaran yang dimiliki.

Tanpa adanya sebuah manajemen bisnis yang baik di bidang keuangan, maka biasanya perusahaan tidak mendapatkan data keuangan yang jelas. Hal ini biasa dialami oleh para pengelola bisnis kecil yang masih amatiran, dimana manajemen keuangan jarang diperhatikan sehingga untung atau ruginya saja sebuah usaha bisnis sulit ditentukan.

Beberapa bentuk manajemen bisnis di atas sangat penting diperhatikan oleh para pengelola usaha bisnis yang ingin sukses dalam menjalankan sebuah bisnis usaha. Tanpa adanya sebuah manajemen yang baik, maka mustahil sebuah perusahaan akan mampu berjalan dengan baik seperti yang menjadi harapan pemiliknya.

Manajemen Bisnis

M1anajemen sebagai sebuah ilmu tentu tidak terbatas pada lingkup teori semata, tetapi mencakup praktek dalam dunia nyata. Istilah manajemen lazim disandangkan pada urusan bisnis – padahal untuk sekedar tahu saja – tidak hanya bisnis yang perlu di-manage (dikelola). Saat ini beberapa perguruan tinggi membuka program keilmuan manajemen untuk urusan pendidikan, rumah sakit dan lain-lain.

Di blog ini kita tidak akan membahas ilmu manajemen lain selain manajemen untuk bisnis. Apakah saya dalam hal ini termasuk orang yang kompeten menulis definisi dan paparan tentang manajemen bisnis? Bukan, tentu saja saya bukan orang yang tepat untuk menjabarkan panjang lebar tentang ilmu manajemen bisnis saat ini.

Tapi saya ingin sedikit berbagi, setidaknya ada 4 bidang yang perlu diperhatikan dalam menguasai manajemen bisnis, yaitu mengenai Operasional, Pemasaran, Keuangan dan Sumber Daya Manusia. Keempat bidang ini saling berkaitan satu sama lain.

Mengenai operasional yang pertama perlu diperhatikan adalah urusan produksi. Dalam menjalankan bisnis tidak harus memproduksi sendiri, tetapi bisa menggunakan jasa makloon (menggunakan jasa orang lain dalam memproduksi). Sebagai seorang wirausaha perlu dipikirkan apakah akan memproduksi sendiri barang dagangannya atau menggunakan jasa orang lain.

 

Suami saya adalah seorang ahli Bahasa, tapi dia memiliki jiwa wirausaha yang tinggi. Suatu saat terlintas dalam pikirannya untuk mengambil peluang dengan menjual penghemat bahan bakar untuk kendaraan bermotor. Untuk konsep awal produk ia rancang sendiri, selebihnya diserahkan kepada orang lain yang sudah berpengalaman di bidang itu. Setelah mengamati dan ikut terjun dalam proses produksi, ia menyimpulkan sendiri bahwa pembuatan alat itu sebetulnya mudah. Hanya tinggal memasang komponen ini dan itu. Akhirnya ia putuskan untuk membuat bengkel kerja sendiri dengan satu orang tenaga ahli dan beberapa orang pekerja dengan tujuan untuk menghemat ongkos produksi. Belanja alat-alat sendiri, memilih bahan baku pun sendiri, semuanya dilakukan demi menekan biaya dan meningkatkan profit. Apa yang terjadi, produk yang diciptakan tidak memiliki standar produk yang layak pakai. Padahal rasanya sudah dibuat persis sama seperti produk yang awal dibuat. Ini hanya sedikit cerita mengenai usaha yang pernah dijalankan oleh suami. Belajar dari pengalaman tadi kami akan lebih mempertimbangkan ketika kembali memasarkan suatu produk, apakah akan memproduksi sendiri atau menggunakan jasa orang lain.

 

Ketika kekuatan bisnis Anda terletak pada pemasarannya, sebaiknya urusan produksi diserahkan kepada orang lain. Namun jika memang Anda memiliki modal utama dalam bidang produksi, sebaiknya manfaatkan kekuatan tersebut dan carilah partner yang mampu memasarkan produk Anda kepada konsumen.

 

Selanjutnya dalam bidang operasional yang perlu diperhatikan adalah pengecekan barang di dalam gudang. Ini jika usaha Anda berupa barang. Data mengenai perputaran produk di tempat penyimpanan barang (gudang atau stok di display) sangat penting untuk selalu diperbarui.

 

Bagaimana jika yang dijual adalah jasa? Pengalaman kami menjalankan bisnis travel umroh dan haji plus, sistem operasional yang perlu diperhatikan dalam bidang jasa adalah kejelasan fasilitas yang didapatkan oleh konsumen. Kami selalu berharap pengguna jasa kami merasa puas, menjadi percaya kepada kami dan memberikan rekomendasi yang baik kepada sanak famili maupun rekan-rekan mereka yang lain. Hal lain adalah aturan yang jelas perlu dibuat dalam memberikan pelayanan kepada konsumen. Misalnya dalam pemberangkatan umroh/haji, kami membuat aturan mengenai pembayaran, pelunasan dan pembatalan.

 

Bidang yang selanjutnya adalah mengenai pemasaran. Seorang wirausaha harus sudah menentukan bentuk pemasaran untuk produk/jasa yang akan ditawarkan kepada konsumen. Suami saya adalah seorang wirausaha sekaligus marketer yang handal (penilaian seorang istri 🙂 ). Kelebihan suami saya adalah mampu membuat orang lain terkesima mendengarkan penjelasannya. Saya yakin banyak orang yang juga seperti suami saya, menggunakan the power of mouth to mouth dalam memasarkan produk/jasanya. Selain itu, saya dengan minat saya sendiri berupaya mempromosikan usaha kami lewat dunia internet. Cobalah masuk ke situs penjualan sepertiIndonetwork, Tokobagus, Kaskus dan jangan remehkan kekuatan blog gratisan… Seperti yang saya kelola saat ini.

 

Bidang yang kami geluti saat ini adalah herbal, beberapa kali kami mengadakan bakti sosial pengobatan cara Nabi SAW (Thibun Nabawi) sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat (istilah marketing-nya CSR ya….). Selain itu kami mendirikan Institut Ketabiban Herbal untuk memfasilitasi orang-orang yang ingin mempelajari Thibun Nabawi, terutama bekam dan ruqyah. Selain itu juga kiropraksi, pijat bayi, akupuntur, iridologi dan acupressure. Selain itu kami bekerjasama dengan Yayasan yang dikelola oleh suami sendiri dalam menjalankan program peduli 1000 yatim.

 

Kemudian yang perlu dipikirkan adalah mengenai keuangan. Arus kas masuk dan keluar sangat penting untuk dicatat harian. Sementara dalam periode 1 sampai 3 bulan minimal perlu dibuat neraca dan laporan laba guna mengetahu perkembangan usaha. Saya membantu suami membuat laporan keuangan sederhana, kami tidak melibatkan diri pada permodalan dari bank untuk saat ini, mudah-mudahan untuk selanjutnya bisa mandiri.

 

Hal yang terakhir adalah mengenai sumber daya manusia. Dalam menentukan siapa di posisi apa tentu masing-masing orang memiliki pertimbangannya sendiri. Kami, sejauh ini berupaya untuk tidak menilai orang hanya sekedar dari latar belakang pendidikannya. Kami menerima seorang pekerja dengan latar belakang pendidikan SMP sebagai office boy dengan gaji hanya Rp 600.000,00 dengan peraturan ketat dalam menjaga kantor. Kemudian dengan kegigihannya pekerja kami ini bekerja dengan sangat baik. Berkat kejujurannya kami mempercayakan kepadanya posisi Supervisor untuk saat ini dengan gaji yang jauh lebih baik. Sementara beberapa kali pekerja dengan latar belakang Sarjana tidak serius dalam menjalani kontrak kerja.

 

Semua bidang yang perlu dikelola dalam sebuah bisnis merupakan satu kesatuan. Keputusan mengenai operasional akan mempengaruhi pola keuangan dan keputusan dalam meng-hire pekerja (SDM). Keputusan mengenai pemasaran akan mempengaruhi pola keuangan dan juga persoalan SDM. Keputusan mengenai keuangan mempengaruhi persoalan SDM dan mengenai SDM mempengaruhi keputusan mengenai keuangan. Setidaknya itu yang dapat saya simpulkan dari hasil pengamatan saya secara pribadi.

 

Siapa sangka sahabat saya yang pendiam itu kini menyelam lebih dalam lagi di dunia Manajemen Bisnis di sebuah PTN di Kota Kembang. Cita-citanya adalah menjadi dosen di bidang ilmu Manajemen Bisnis. Suatu saat saya akan mengajaknya berdiskusi lebih serius mengenai Manajemen Bisnis

Mahasiswa Bandung Buat Aplikasi Absensi Pendeteksi Kesehatan

Tim mahasiswa dari Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) ITB berhasil menjuarai kompetisi bidang teknologi dan informasi Fujitsu Innovation Chalenge yang digelar Fujitsu.

Tim yang terdiri dari Bagus Hanindito, Wisnu Wijayanto, dan Cindy Agustina itu membuat software aplikasi pendataan absensi karyawan yang sekaligus dapat menganalisa kesehatan sang karyawan.

Presentasi software aplikasi mereka yang berjudul “Attendance Record System with Integrated Body Health Information” cukup menarik perhatian para juri karena dianggap sangat orisinil.

Menurut Bagus, software aplikasi yang mereka bangun ini memanfaatkan proses scanning hemoglobin pada pembuluh darah. Berdasarkan penelitian dokter, sedikit banyaknya jumlah hemoglobin pada pembuluh darah merupakan indikasi kesehatan seseorang.

“Insipirasinya dari orang tua sendiri. Orang tua saya suka malas checkup kesehatan karena harus ke rumah sakit atau laboratorium kesehatan. Dari situ bareng teman-teman kepikiran untuk membuat software aplikasi yang bisa dengan mudah mendeteksi kesehatan seseorang,” jelas Bagus.

Bagus juga mengatakan proses pembuatan aplikasi ini tidak terlalu sulit karena mereka hanya mengembangkan software aplikasi, hardware-nya sudah disediakan Fujitsu. “Tinggal pakai dan diintegrasikan dengan aplikasi ciptaan kami, ujarnya lagi.

Bagus beserta kedua temannya selaku pemenang berhak mendapatkan kesempatan untuk mengunjungi kantor pusat Fujitsu di Jepang untuk menghadiri gelaran Fujitsu Forum 2013.

Sementara itu, satu tim mahasiswa yang juga berasal dari ITB juga berhasil menempati juara kedua dengan presentasi software aplikasi berjudul “Ride by Your Hand“. Aplikasi ini memanfaatkan teknologi PalmSecure untuk menggantikan sistem ticketing transportasi masal.

Sedangkan juara ketiga diraih oleh tim mahasiswa dari Universitas BINUS dengan presentasi software aplikasi berjudul “Identity Palm Authentication” yang memanfaatkan teknologi PalmSecure sebagai pengganti kartu identitas penduduk.

Melalui kompetisi ini, Fujitsu menantang para mahasiswa untuk menciptakan software aplikasi yang bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari yang dapat diintegrasikan dengan teknologi PalmSecure besutan Fujitsu. PalmSecure merupakan teknologi otentikasi pembuluh darah yang tengah dikembangkan oleh Fujitsu. Masa pengembangan aplikasinya diberi waktu selama sebulan yang dimulai dari bulan Juni hingga Juli. (dhi/dew)